PUSKESMAS SUMBERAJI

INOVASI PENA SI CATIN

Tingginya anemia Ibu Hamil (52%) di wilayah Puskesmas Sumberaji memerlukan rencana strategis untuk dapat menurunkannya. Anemia didefinisikan sebagai kondisi yang ditandai dengan rendahnya konsentrasi hemoglobin(Hb) berdasarkan nilai ambang batas disebabkan rendahnya produksi eritrosit, dan Hb, meningkatnya kerusakan eritrosit, atau kehilangan darah di atas batas normal.  Anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko kejadian BBLR, abortus, partus prematur, infeksi, perdarahan sebelum dan saat persalinan, bahkan potensial terjadi anemia berat yang dapat berdampak pada kematian ibu dan bayi. Tingginya angka anemia Ibu hamil berkaitan dengan tingginya angka stunting di wilayah Puskesmas Sumberaji. Masa 1000 hari pertama kehidupan dimulai sejak pertama kali terjadinya pembuahan, atau terbentuknya janin dalam kandungan, hingga anak berusia 2 tahun. Momen ini merupakan waktu tepat untuk membangun fondasi kesehatan jangka panjang. Ibu yang akan hamil harus memiliki kondisi yang kesehatan yang prima, oleh sebab itu rantai anemia harus diputus sejak dini.

Inovasi Pena Si Cantin merupakan inovasi khusus dimana keberlanjutannya menitikberatkan pencegahan anemia Ibu hamil sejak dini melalui skrining calon pengantin wanita catin). Sebelumnya, calon pengantin wanita datang ke Puskesmas
hanya untuk suntik TT, melalui inovasi ini,kami mensinergiskan beberapa pelayanan kesehatan di Puskesmas yang berdampak pada meningkatnya nilai Hemoglobin (sebagai indikator keadaan anemis) pada pelayanan ANC (Antenatalcare).

MANFAAT
 Manfaat inovasi ini dapat mengawal dan mengedukasi catin (calon ibu di masa mendatang) agar terhindar dari risiko anemia dan mendukung masa 1000 hari pertama kehidupan demi generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif.
 Terjadi peningkatan kunjunganCatin dari 9,3% pada tahun 2020 menjadi 97% hingga bulan Maret 2021. Peningkatan kunjungan catin ke Puskesmas tidak terlepas dari dukungan KUA dan kader wilayah Puskesmas Sumberaji.
 Sosial: Meningkatkan rasa percaya diri catin bahwa dia benar benar sehat dan siap untuk membangun keluarga sehat
 Ekonomi: Pencegahan anemia dapat mengurangi kemungkinan kejadian tranfusi darah pada bumil pasca melahirkan, hal ini dapat menghemat biaya perawatan.
 Lingkungan: Tercipta keluarga yang sadar kesehatan, pencegahan anemia sedini mungkin untuk kesehatan balita di generasi masa depan