DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN

Arsip Artikel

Kunjungan Wisatawan 2022

Ada kabar baik di awal Tahun 2023 🥰Meningkat tajamnya kunjungan wisatawan Tahun 2022 serasa booster bagi kami untuk bekerja lebih giat dan semangat dalam bekerja.Program Pak @yuhronur_yes Ramasinta, Pariwisata ramah dan terintegrasi akan menjadi jurus bagi kami dalam menjemput semakin berkembang dan majunya pariwisata di Lamongan.

Selengkapnya
Selamat Tahun Baru Imlek 2023

Selamat Tahun Baru Imlek 2023.Semoga kebijaksanaan, keberlimpahan, kemuliaan, senantiasa meliputi sobat disparbud semua🙏🏻Buah nangka buah tomat,Jangan lupa belinya di pasar Babat.Hari Imlek memohon rahmat,Agar hidup terasa nikmat.

Selengkapnya
Keindahan dan Keunikan Lamongan Disuguhkan dalam Film ‘Land Of Blessings’

Keindahan dan keunikan Lamongan dikemas dalam Film dokumenter berjudul ‘Land Of Blessings’. Film ini tengah digarap oleh Sutradara kondang Adi Surya Abdy. Memiliki durasi 40 menit dan siap ditonton pada akhir Februari mendatang.Adi Surya Abdy mengungkapkan, dipilihnya judul film ‘Land Of Blessings’ itu lantaran wilayah di Kabupaten Lamongan memiliki daya tarik yang luar biasa mulai dari keindahan alam, seni, budaya, tradisi hingga human interestnya.“Land Of Blessings ini artinya tanah yang diberkahi. Kalau kita pelajari tentang sejarah Lamongan, maka akan ada banyak (sisa peninggalan) mulai dari era Airlangga hingga pasca Airlangga, juga Lamongan ini diyakini sebagai lokasi lahirnya Gajah Mada, dengan keberadaan ibunya Dewi Andongsari. Banyak juga ditemukan prasasti batas-batas wilayah, beragam potensi, dan hasil buminya yang melimpah,” kata Adi, Sabtu (21/1/2023).Digarapnya film dokumenter tentang Lamongan ini, menurut Adi, bertujuan untuk mempromosikan potensi dan kekayaan seni budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Lamongan. Dengan begitu, imbuh Adi, beragam potensi dan kekayaan Kabupaten Lamongan itu bisa semakin dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat di nusantara.“Paling tidak, semua hal itu harus kita ekspos agar orang lebih bisa mengenal Lamongan. Di samping itu Lamongan juga memiliki kekuatan etnik, kekayaan seni budaya dan tradisi, yang sebetulnya ini juga perlu kita ekspos, sehingga minimal orang Lamongan sendiri tahu di mana ia tinggal dan berdiri. Apalagi jika secara nasional, maka ini suatu hal yang luar biasa,” terangnya.Ditegaskan oleh Adi, aktor atau talent yang dilibatkan dalam pembuatan film ini seluruhnya adalah warga Lamongan asli. Talent-talent ini diperlukan untuk bisa menghantarkan dan membawa pesan yang ingin disampaikan kepada para penonton film nantinya.Selain itu, dilibatkannya talent dari warga lokal ini dalam rangka menggali potensi masyarakat Lamongan. Para talent itu mendapatkan training dari sutradara dan dilakukan tanpa casting. Terdapat pula pemeran sepasang kekasih yang menjadi tokoh sentra dalam film ini, yakni Sogi dan Vira Lovie, aktor lokal Lamongan.“Kalau kita menggarap film dokumenter dan hanya memperlihatkan tempat-tempat kan tidak menarik. Maka alur cerita, benang merahnya itu kita bikin non fiksi. Jadi ada tokoh yang menghantarkan, ada narasi-narasi, ada musik tradisi, musik religi dan lainnya,” bebernya.Lebih lanjut, Adi menuturkan, lamanya syuting film dokumenter Land Of Blessings ini setidaknya memakan waktu sekitar 7 hari atau seminggu, yang dilakukan di beberapa lokasi di Lamongan. Film ini, ujar Adi, memiliki durasi maksimal 40 menit dan bisa ditonton oleh masyarakat pada akhir Februari 2023 mendatang.“Syuting 7 hari. Insya Allah akhir Februari paling sudah bisa ditonton. Syuting dilakukan di beberapa lokasi, kemarin aja ada 8 shine. Di Paciran, kita syuting di galangan kapal, dermaga kapal-kapal nelayan, dan makam Sunan Drajat. kita juga ada syuting lagi besok di Lamongan kota sampai malam. Kemudian di Ngimbang, Makam Nyai Ratu Andongsari. Lalu di Desa Pancasila, Balun,” paparnya.Uniknya lagi, bahasa dan dialog dalam film Land Of Blessings ini menggunakan bahasa Jawa, Lamongan asli. Film ini juga menampilkan seni Tari Boran dan Tari Mayang Madu.“Kita pakai dialog bahasa asli Lamongan, bahasa Jawa. Karena ini bagian dari pemajuan kebudayaan sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, ada 10 unsur (objek) pemajuan kebudayaan, di antaranya kan ada tradisi lisan dan bahasa yang dipelihara. Film ini sekaligus mengenalkan bahwa Indonesia memiliki budaya, tradisi dan bahasa yang beragam,” jelasnya.Adi berharap, film yang mengangkat tentang keragaman di Lamongan ini tak hanya berhenti di sini saja. Pasalnya, masih banyak tradisi, seni budaya serta potensi Lamongan yang perlu diekspos dan dikenalkan lebih mendalam lagi.“Kita harap tidak hanya berhenti di sini. Lamongan kan banyak, masih ada sedekah bumi, sedekah laut, dan tradisi lainnya yang unik. Ini (film) adalah pilot project. Kita juga harus mengapresiasi dukungan yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten, Bupati, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, serta sejumlah pihak seperti penari dan masyarakat,” tandasnya.Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubikah menyambut baik atas digarapnya film Land Of Blessings ini. Pihaknya juga mengajak kepada seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam mewujudkan kejayaan Lamongan yang berkeadilan.“Tentu kami menyambut baik agar proyek ini bisa segera selesai. Semoga segala keindahan dan keunikan Lamongan bisa dikenal secara lebih luas. Mari terus berkolaborasi dan bersinergi dalam membangun kabupaten kita tercinta ini, demi mewujudkan kejayaan Lamongan yang berkeadilan. Semua harus saling bahu membahu,” pungkas Kepala Disparbud Lamongan.Sumber : beritajatim.com

Selengkapnya
Cerita, Sejarah dan Mitos Sunan Sendangduwur Episode 2

Selain masjid di kompleks makam Sunan Sendangduwur, juga terdapat sumber air yang dikenal dengan sebutan sumur giling, yang letaknya tepat di halaman Masjid Raden Nur Rohmat.Konon, sumur ini merupakan hasil munajat Sunan Sendang sehingga muncullah sinar yang datang dari langit dan jatuh tepat di timurnya masjid. Sunan Sendang bergegas melihatnya, lalu muncul kepulan asap yang menjadi pertanda keberadaan sumur.Sumur giling memiliki kedalaman sekitar 35 meter, atapnya masih utuh terbuat dari kayu kuno. Tidak seperti pada umumnya, untuk mengambil air dari sumur ini tidak menggunakan sistem kerek-an, tapi dilakukan dengan memutar gilingan menggunakan kaki layaknya mengayuh sepeda. Karenanya sumur ini disebut dengan nama Sumur Giling.Sampai sekarang, sumber air itu masih dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk keperluan rumah tangga, terutama minum. Namun, yang utama air dari sumur giling ini disalurkan ke 3 gentong yang berada depan masjid yang biasanya diambil oleh para peziarah.

Selengkapnya
Revitalisasi Monumen Kapal Van Der Wijk

Revitalisasi Monumen Kapal Van Der Wijk telah masuk dalam rencana kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan Tahun Anggaran 2023.Revitalisasi tersebut akan menggabungkan konsep pelestarian cagar budaya dengan potensi maritim di kawasan Pantai Pelabuhan Nusantara Brondong. Kolaborasi ini sebagai wujud implementasi kebijakan Bapak Bupati @yuhronur_yes yakni Program Ramasinta, Program pariwisata yang ramah dan terintegrasi.

Selengkapnya
Kalender Event

Akan ada event apa saja di Lamongan tahun ini? Tunggu ya Sob, Disparbud sebentar lagi akan melaunching Kalender Event Tahun 2023, so catet jadwal dan tanggalnya ya nanti, biar ga kelewatan

Selengkapnya