DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN

Arsip Artikel

PABRIK GULA PT. KEBUN TEBU MAS, MULAI BUKA GILING TEBU PADA PERIODE TAHUN INI

PABRIK GULA PT. KEBUN TEBU MAS, MULAI BUKA GILING TEBU PADA PERIODE TAHUN INIPabrik Gula PT Kebun Tebu Mas (KTM) di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, memasuki pertengahan tahun 2024 mulai buka giling tebu perdana pada tahun ini. Sebuah capaian yang disambut gembira pihak perusahaan, lantaran mempunyai keinginan kuat dalam memangkas ketergantungan terhadap gula impor. Dengan melakukan giling tebu pertama pada tahun ini, pabrik gula KTM berharap bisa memberikan sumbangsih tersendiri kepada bangsa dan Negara.pabrik gula KTM selama ini menerima setoran tebu tidak hanya dari Lamongan saja, melainkan dari beberapa kota sekitar. Mulai dari daerah Tuban hingga Bojonegoro, meskipun ia mengaku pihaknya tetap mengutamakan petani tebu lokal yang berasal dari Kabupaten Lamongan. Pada tahun 2024 Luas tebu di Kabupaten Lamongan mencapai 3.778 hektar, Peningkatan produksi salah satunya dapat dilakukan melalui penggunaan bibit dengan varietas yang unggulBapak Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab.Lamongan dan rombongan menyempatkan diri untuk melakukan peninjauan langsung ke Pabrik Gula PT Kebun Tebu Mas (KTM). peninjaun ditujukan langsung ke timbangan, core sampling, dan tipper (penggilingan) tebu. Dengan keberadaan pabrik gula KTM yang dengan multiplier effect, diharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani tebu di Kabupaten Lamongan Penggunaan tenaga kerja yang berasal dari Lamongan. Pabrik gula KTM memproduksi raw sugar sebanyak 30 persen dari volume, gula kristal putih sekitar 40 persen, dan sisanya berupa gula kristal rafinasi untuk farmasi. Dengan investasi senilai 350 juta dollar AS, yang sebagian besar digunakan untuk membeli lahan dan permesinan

Selengkapnya
TINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN, TIM SATGAS PANGAN TINJAU LOKASI POMPANISASI

Dalam rangka meningkatkan produksi ketahanan pangan bagi petani, Tim Satgas Pangan dari Markas Besar TNI, dalam rangka pengawasan dan kegiatan Program Penambahan Areal Tanam ( PAT) dengan mengecek lokasi lahan sawah tadah hujan di Dusun Lopang dan Dusun Mojorayung Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan serta pengecekan lokasi lahan ketahanan Pangan Kodim 0812 Lamongan yang berada di Jotosanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan, Selasa (14/05/2024).Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H.,H.Han. selaku Dansatgas Pompanisasi yang didampingi oleh Letkol Inf Leo Paurakan selaku Kasiter Korem 082/CPYJ.Kedatangan tim Satgas pangan Mabes TNI tersebut disambut oleh Letkol Arm Ketut Wira Purbawan S.I.P., M.Han. selaku Dandim 0812/Lamongan, Pgs. Kasdim 0812/Lamongan Mayor Inf Madelan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Drs. Moch. Wahyudi., MM.,Para Pasi dan Danramil Jajaran serta Babinsa Kodim 0812/Lamongan, Bpk. Yusro Novi (Perumda Aneka Usaha Lamongan Jaya) beserta Perwakilan Poktan Kecamatan Kembangbahu.Dalam kesempatan tersebut,Kepala Desa Lopang,Bapak Suparto dan kelompok tani saat menyambut kedatangan Tim Satgas Pangan dari Markas Besar TNI dengan di dampingi Dandim 0812 Lamongan mengaku senang dengan kedatangan Jenderal Bintang dua tersebut."Saya mewakili rekan rekan Petani sangat membutuhkan bantuan dan pendampingan dari Dinas maupun Babinsa sehingga kedepan nantinya akan memudahkan kami dalam mengelola pertanian," ungkapnya.Lebih lanjut dirinya menyampaikan bahwa secara geografis mulai akhir bulan April untuk curah hujan diwilayah Kabupaten Lamongan sangat rendah sehingga dengan adanya program pompanisasi ini tentu sangat membantu mengairi lahan sawah yang sudah memasuki masa pasca tanam padi"Program ketahanan pangan dari TNI saya mewakili masyarakat siap mendukung dengan baik. Segala macam kendala dilapangan tentunya kami akan selalu berkoordinasi dengan PPL dan Babinsa, " imbuhnya.Ditempat yang sama, Kepala Tim Satgas Pangan Mabes TNI, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa tujuannya datang langsung ke lokasi persawahan adalah untuk mengecek dan melihat secara langsung program pompanisasi telah berjalan sesuai dengan harapan."Puji syukur Alhamdulillah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan YME atas segala rahmat, nikmat dan karunia-Nya, hari ini kita bisa dapat hadir dan berkumpul di area persawahan Desa Lopang, " terang Kepala Tim Satgas Pangan.Masih menurut Jenderal Bintang dua tersebut bahwa Indonesia melalui program Pemerintah kedepan tidak lagi mengimpor beras, alhasil para teman - teman Petani akan lebih semangat serta lebih sejahtera dan pada umumnya untuk masyarakat, bangsa dan negara."Kedepan pertanian menjadi tulang punggung Negara, tentunya para  Petani menjadi pahlawan Negara dan Bangsa.Oleh karena itulah program ketahanan pangan ini, khususnya Pompanisasi bisa meredam dan dapat mengatasi masalah irigasi serta membantu suksesnya produktivitas pangan, sehingga nantinya Indonesia tidak lagi mengimpor beras dari Negara lain,"tambahnya."Harapannya, mari Kita bersama - sama untuk mengabdi, mengelola Pemerintahan, bersinergi dan berkolaborasi, antara Pemerintah yang ada dengan komponen Bangsa lainnya guna mensukseskan visi misi untuk mewujudkan program ketahanan pangan di seluruh Indonesia, " pungkas Kepala Tim Satgas Pangan Mabes TNI.Tak hanya itu Dandim 0812 Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan saat mendampingi tim satgas ketaganan pangan dalam program pompanisasi menyampaikan bahwa pihaknya selalu berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah melalui Babinsa jajaran untuk selalu aktif dalam melaksanakan pendampingan di wilayah binaan utamanya kepada Petani demi mensejahterakan Petani dan meningkatkan ketahanan pangan Nasional."Hari ini kami menyiapkan beberapa titik dalam peninjauan terkait pompanisasi.Tidak hanya di beberapa titik ini saja yang sudah siap akan tetapi di seluruh Kecamatan yang tersebar di Kabupaten lamongan sudah terpasang keseluruhan dan dapat difungsikan secara optimal" Ungkapnya.Peninjauan program pompanisasi yang dilaksanakan oleh Satgas Pangan TNI tersebut bertempat di area persawahan Dusun Lopang dan Dusun Moyorojo. Selain mengecek area persawahan , dilaksanakan juga peninjauan debit air untuk area pertanian di lahan tadah hujan di wilayah Desa Lopang serta peninjauan lahan ketahanan Pangan Kodim 0812 Lamongan di Desa Jotosanur Kecamatan Tikung

Selengkapnya
PELATIHAN REGU PENGENDALI OPT TANAMAN PERKEBUNAN

PELATIHAN REGU PENGENDALI OPT TANAMAN PERKEBUNANPotensi sumber daya alam di lamongan dalam sektor perkebunan di antaranya adalah perkebunan tebu, tembakau, kenaf, wijen, kelapa, siwalan. Dalam era global, keberlangsungan perdagangan produk perkebunan sering dikaitkan dengan praktek budidaya tanaman yang baik (Good Agricultural Practices/GAP) dan sustainability (keberlanjutan yang mencakup sema aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan).Dalam budidaya tanaman perkebunan sampai saat ini beberapa kendala mash tetap dihadapi, salah satunya adalah adanya serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang dapat mengakibatkan kerugian cukup besar, jika tidak dilakukan pengendalian. Adanya serangan OPT tanaman perkebunan supaya dapat diketahui lebih awal shingga tidak terjadi ledakan serangan secara eksplosif diperlukan pengamatan rutin di lapang, sehingga secara berkala dapat diketahui perkembangan serangan OPT di daerah sebagai early warning (peringatan dini) jika sewaktu-waktu terjadi serangan yang eksplosif.Sehubungan dengan hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berkerja sama dengan Bidang Perlindungan Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur melaksanakan Pelatihan Regu Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (RPO) Tanaman Perkebunan.Tujuan dari kegiatan Pelatihan Regu Pengendali Organisme PenggangguTumbuhan (RPO) Tanaman Perkebunan adalah meningkatnya wawasan serta keterampilan petani sebagai garda terdepan perlindungan tanaman dalam mengendalikan OPT yang ramah lingkungan.Sasaran kegiatan pelatihan regu pengendali organisme pengganggu tumbuhan (RPO) tanaman perkebunan adalah kelompok tani Jaya mulya dua desa sumberdadi kecamatan Mantup.

Selengkapnya